Komponen Penunjang Hidup

Manusia merupakan mahluh berakal dan memiliki kedudukan paling tinggi diantara mahluk-mahluk lainnya yang ada di muka bumi. Sejak diciptakan dan diturunkannya manusia ke muka bumi atas kehendak Sang Pencipta manusia diperintahkan untuk menjadi Khalifah yang mampu mengelola alam semesta yaitu bumi. Sudah menjadi suratant manusia merupakan mahluk konsumtif semua aktifitas yang dilakukan manusia pasti memerlukan komponen lain yang ada dibumi yaitu alam. Alam memang merupakan bagian yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan mahluk lainnya, terdapat komponen kecil yang terkadang dipandang sebelah mata oleh manusia yaitu udara, alam telah menyediakan udara untuk keberlangsungan mahluk yang membutuhkannya tapi timbal balik yang diberikan oleh manusia nihil. Jutaan bahkan miliaran plangton dan pohon sebagai produsen Oksigen (O2) mereka tidak pernah berhenti dan menuntun timbal balik dari konsumennya (Manusia) setiap detiknya mereka terus melakukan tugasnya. Komponen penting ini seharusnya dijaga dengan baik agar siklus ini tetap berjalan demi keberlangsungan hidup di bumi. Namun, dewasa ini kesadaran akan menjaga komponen penting ini tidak begitu banyak orang yang bisa menjalankannya kesadaran akan menjaga lingkungan masihlah rendah dimasyarakat, sebenarnya masayarakat haruslah sadar bahwa segala aktivitas yang dilakukan selalu membutuhkan komponen lain dan menghasilkan komponen buangan, contoh aktivitas kecil yang dilakukan adalah bernafas: manusia menghirup oksigen (O2) diudara yang dihasilkan Plangton dan Pohon dan komponen yang dibuang oleh manusia adalah karbondioksida (CO2) sedangkan karbondioksida merupakan gas emisi rumah kaca, aktivitas lainnya adalah makan: manusia mengkonsumsi apa yang telah alam sediakan (alam menjadi produsen) komponen buangan yang dihasilkan oleh manusia adalah kotoran dan tanpa kita sadari komponen buangan yang kita hasilkan kita buang ke alam. Muncul sebuah pertanyaa “Apa balasan kita pada Alam yang telah menyediakan segala kebutuhan kita?” mungkin akan ada jawaban “Itu sudah suratan takdir” itu memang jawaban yang tetap bahwa alam melayani manusia tapi tanpa kita jaga komponen penting ini dampak buruk yang terjadi akan muncul dan yang akan merasakan dampak buruk tersebut adalah manusia. Alam tidak pernah meminta balasan atas apa yang dilakukannya yang mereka butuhkan hanyalah manusia selaku mahluk berakal mampu menjaganya agar siklus ini tetap berlangsung. Sudah sepantasnya kita memberikan timbal balik pada alam agar siklus alam yang dari dulu berjalan tetap bisa berjalan sampai sang Pencipta yang berkehendak. Kita selaku manusia yang tidak bisa melakukan apa yang alam lakukan sepatutnya kita menjaga apa yang alam bisa lakukan. Nikmat besar ini ada berkat pemberian Sang Penguasa Alam maka selalulah bersyukur atas apa yang kita dapat hari ini pada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Perhitungan Kebutuhan Udara